Momen terakhir Scarlett sebelum di eksekusi

Scarlett Castiel : Dari Bangsawan Pembuat Onar ke Korban Kerajaan

Scarlett Castiel adalah bangsawan wanita yang mendapatkan hukuman tragis di masa lalu, dirinya kini menjadi sosok roh gentayangan yang mencoba mengungkap fakta di balik hukuman yang dirinya terima.

Identitas Scarlett Castiel

Karakter Scarlett Castiel dari Eris no Seihai
Karakter Scarlett Castiel dari Eris no Seihai | © Official YouTube ドリコムメディアチャンネル

Nama : Scarlett Castiel
Umur : –
Tanggal lahir : –
Gender : Perempuan
Seiyuu : Sayumi Suzushiro

Scarlett Castiel adalah sosok roh wanita di anime Eris no Seihai, ia merupakan roh legendaris yang telah menjadi rumor legendaris kerajaan, dirinya kini bersekutu dengan Constance Grail untuk mengungkap dalang sesungguhnya dibalik kematian nya.

Kepribadian dan luka batin Scarlett Castiel

Scarlett Castiel merupakan perempuan bangsawan yang tampil dengan rasa kepercayaan diri tinggi, sebuah sikap yang tidak lepas dari statusnya sebagai salah satu dari empat anggota keluarga inti kerajaan. Sejak masih hidup, Scarlett telah lama dikenal sebagai sosok bangsawan yang berbeda, bukan karena prestasi atau kebijaksanaan, melainkan karena sikapnya yang sering terlibat perselisihan dan menciptakan kekacauan di lingkungan bangsawan.

Kepercayaan diri Scarlett kerap terlihat berlebihan, bahkan cenderung sembrono. Ia berulang kali masuk penjara akibat berbagai masalah, namun selalu berhasil bebas berkat kuatnya relasi keluarga yang melindunginya. Situasi ini membentuk karakter Scarlett sebagai bangsawan yang terbiasa hidup tanpa konsekuensi nyata, sampai pada satu titik di mana perlindungan tersebut tidak lagi mampu menyelamatkannya.

Sosok Scarlett ketika masih digambarkan hidup
Sosok Scarlett ketika masih digambarkan hidup | © Official YouTube ドリコムメディアチャンネル

Puncak dari kehidupan Scarlett terjadi ketika ia mendapatkan tuduhan percobaan peracunan terhadap Cecilia Adelbide, calon permaisuri kerajaan. Tuduhan tersebut berujung pada hukuman tragis yang mengakhiri hidupnya. Kematian ini menjadi ironi pahit bagi Scarlett, seorang bangsawan yang sepanjang hidupnya selalu lolos dari hukuman, namun justru harus mati karena tuduhan yang tidak pernah benar-benar terungkap.

Akibat akhir hidupnya yang tragis, selama bertahun-tahun Scarlett tetap tinggal di dunia manusia sebagai roh gentayangan. Dalam wujud tersebut, ia tidak memiliki kemampuan untuk mengubah nasibnya sendiri, hanya menyimpan amarah, penyesalan, dan keinginan kuat untuk membuktikan kebenaran di balik kematiannya.

Keadaan mulai berubah ketika Scarlett bertemu dengan Constance Grail, seorang bangsawan remaja yang kehidupannya hampir hancur akibat tuduhan palsu dalam sebuah pesta dansa. Scarlett menyadari bahwa keberadaannya dapat dirasakan oleh Constance, dan tanpa ragu ia masuk ke tubuh bangsawan muda tersebut untuk menggantikan perannya. Melalui tubuh Constance, Scarlett berhasil membantu membalikkan keadaan dan membebaskan Constance dari tuduhan yang mengancam masa depannya.

Setelah momen tersebut, Scarlett kembali menemui Constance dan membuat kesepakatan untuk bekerja sama. Scarlett membutuhkan Constance sebagai penghubung dengan dunia manusia terkhusus ruang lingkup para bangsawan, sementara Constance membutuhkan pengalaman dan ketegasan Scarlett untuk bertahan di lingkungan yang kejam. Bagi Scarlett sendiri, kerja sama ini bukan sekadar upaya mencari kebenaran, melainkan kesempatan terakhir untuk kembali menghadapi dunia yang dahulu telah menghancurkannya.

Selama bekerja sama dengan Constance, Scarlett Castiel menunjukkan perubahan yang cukup jelas. Sosok bangsawan pembuat onar yang dahulu dirumorkan justru tampil lebih dewasa dan terarah. Kehadirannya dalam tubuh Constance tidak hanya berfungsi sebagai alat balas dendam, tetapi juga sebagai pembawa peran moral dan pengingat bahwa luka lama di lingkungan bangsawan tidak pernah benar-benar hilang, hanya perlahan dilupakan.

Citra Scarlett Castiel di mata kerajaan

Sejak masih hidup, Scarlett Castiel telah dikenal sebagai bangsawan pembuat onar. Keberadaannya kerap menimbulkan keresahan di lingkungan bangsawan, bahkan membuat sebagian dari mereka merasa takut atau enggan berurusan langsung dengannya.

Setelah kematiannya, citra negatif tersebut justru semakin menguat. Berbagai rumor buruk bermunculan, dan kisah hidup Scarlett perlahan berubah menjadi legenda kelam yang beredar di dalam kerajaan. Namun, di balik reputasi buruk itu, tersimpan pandangan lain yang jauh lebih beragam. Beberapa orang yang pernah dekat dengannya justru menyimpan kenangan yang berbeda, tidak sepenuhnya selaras dengan gambaran publik yang terlanjur terbentuk.

Sudut pandang Raja ketika mengingat sosok Scarlett
Sudut pandang Raja ketika mengingat sosok Scarlett | © Official YouTube ドリコムメディアチャンネル

Hal ini terlihat jelas ketika di episode 5 Eris no Seihai, sang raja justru menunjukkan rasa nostalgia saat bertemu dengan Constance. Ia mengingat kembali perkataan indah Scarlett di masa lalu, sebuah momen yang secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa sosok Scarlett tidak sesederhana label “bangsawan bermasalah” yang selama ini dilekatkan padanya.

Di sisi lain, tidak sedikit pula orang yang tetap menyimpan kebencian. Margot Tudor menjadi salah satu contoh paling jelas, di mana ia diperlihatkan menunjukkan ketidaksukaannya saat melihat Constance, sosok yang mengingatkannya pada Scarlett yang dahulu ia kenal. Reaksi tersebut memperlihatkan bahwa luka dan kebencian masa lalu belum sepenuhnya hilang, bahkan setelah Scarlett tiada.

Perbedaan pandangan inilah yang membuka celah besar dalam kisah akhir hidup Scarlett Castiel. Jika ia benar-benar sosok jahat tanpa sisi lain, maka tidak akan ada orang yang masih mengenangnya dengan perasaan berbeda. Justru dari ingatan yang saling bertolak belakang inilah, tragedi Scarlett terasa menyimpan sesuatu yang sengaja ditutupi.

Scarlett Castiel sebagai poros misteri cerita

Scarlett Castiel hadir sebagai sosok kunci di balik seluruh unsur cerita dalam anime Eris no Seihai, mulai dari villainess, misteri, hingga unsur supernatural yang saling bertautan. Keberadaannya bukan sekadar karakter pendukung, melainkan poros yang menggerakkan arah cerita sejak awal.

Sebagai roh bangsawan yang tidak seharusnya ada, Scarlett dapat dianggap sebagai sebuah anomali dalam sistem dunia cerita. Kehadirannya membawa penonton masuk ke dalam alur misteri yang terasa berbeda jika dibandingkan dengan kisah roh pada umumnya, karena Scarlett tidak hanya “terjebak” di dunia manusia, tetapi secara aktif berusaha mengungkap kebenaran di balik kematiannya sendiri.

Bagi kerajaan, Scarlett merupakan luka yang belum benar-benar sembuh. Kematian tragis salah satu anggota inti kerajaan tanpa penjelasan yang jelas menciptakan celah besar dalam sejarah mereka, sebuah peristiwa yang sengaja dibiarkan kabur dan perlahan ditelan waktu. Luka inilah yang menjadi fondasi utama konflik cerita.

Ketika Scarlett kembali dalam wujud roh dengan tekad kuat untuk mencari kebenaran, lapisan demi lapisan kebusukan kerajaan mulai terkuak. Cerita tidak lagi berhenti pada intrik politik semata, melainkan berkembang ke arah kepentingan individu, ambisi pribadi, hingga keterlibatan organisasi terlarang yang memanfaatkan kekacauan demi keuntungan mereka sendiri.

Kehadirannya di dalam tubuh Constance Grail juga memiliki fungsi naratif yang penting. Perlahan, Scarlett mempengaruhi kepribadian Constance, menjadikannya lebih berani dalam mengungkapkan isi hati dan pikirannya tanpa ragu. Tidak hanya bagi Constance, bagi orang-orang yang dahulu pernah mengenal Scarlett, keberadaannya kembali membawa pesan emosional yang sarat akan nostalgia dan penyesalan, seolah mengingatkan bahwa masa lalu yang dikubur paksa tidak pernah benar-benar hilang.

Dari pembuat onar menjadi korban

Momen terakhir Scarlett sebelum di eksekusi
Momen terakhir Scarlett sebelum di eksekusi | © Official YouTube ドリコムメディアチャンネル

Sejak awal kemunculannya, pandangan banyak penonton, bahkan karakter lain di Eris no Seihai, terhadap sosok Scarlett Castiel perlahan mengalami pergeseran. Dari yang awalnya dikenal dan dipercaya sebagai bangsawan pembuat onar, citra tersebut mulai retak dan berubah menjadi sosok yang lebih kompleks, bahkan dapat dianggap sebagai seorang korban.

Di masa lalu, Scarlett memang diperlihatkan sering membuat masalah dan terlibat berbagai konflik. Namun seiring cerita berjalan, terungkap bahwa tidak semua keburukan yang dilekatkan padanya merupakan kebenaran. Sebagian rumor yang selama ini beredar ternyata merupakan cerita palsu yang sengaja diciptakan untuk menyudutkan dan mengorbankannya.

Perubahan inilah yang menjadi inti dinamika karakter Scarlett Castiel. Ia tidak berubah menjadi sosok yang sepenuhnya berbeda, melainkan hanya berbeda di mata orang lain. Dari figur yang dicap jahat, Scarlett perlahan ditempatkan sebagai korban dari sistem bangsawan dan kepentingan tersembunyi di balik kematiannya.

Kini, dengan bantuan Constance Grail, Scarlett berusaha membongkar satu per satu kebohongan tentang dirinya sendiri. Upaya tersebut bukan hanya untuk membersihkan namanya, tetapi juga untuk memberikan akhir yang pantas atas hidup dan kematiannya yang selama ini diselimuti ketidakadilan.

Sumber referensi :

Haru
Haru

Haru desu, penulis sederhana yang fokus di pembahasan Otaku Culture.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *