Qifrey merupakan salah satu karakter utama cerita Tongari Boushi no Atelier, ia merupakan seorang guru bagi para penyihir muda dengan perjalanan hidup yang menyedihkan. Berikut pembahasan lengkapnya.
Table of Contents
Identitas Qifrey

Qifrey adalah seorang penyihir tingkat master yang mengelola sebuah atelier dan bertindak sebagai guru bagi Coco serta murid-murid lainnya.
Sebagai mantan murid Sage Beldarut yang ahli dalam sihir air, ia dikenal sebagai mentor yang lembut namun menyimpan rahasia kelam di balik kacamata peneduhnya yang menyembunyikan bekas luka permanen akibat pencurian mata kanannya oleh kelompok Brimhat.
Identitasnya secara mendalam ditentukan oleh obsesi untuk membalas dendam dan merebut kembali apa yang dicuri darinya di masa kecil, di mana ia awalnya menjadikan Coco sebagai murid hanya karena menganggapnya sebagai satu-satunya petunjuk untuk menemukan kelompok penyihir terlarang tersebut. Meskipun didorong oleh motif pribadi yang gelap, ia terus berkembang menjadi sosok guru pelindung sejati yang rela mempertaruhkan nyawanya demi melindungi masa depan murid-muridnya.
Dendam dan Kasih Sayang yang Bertarung dalam Diri Qifrey

Psikologi Qifrey sangat dipengaruhi oleh trauma masa lalu yang traumatis, di mana matanya dicuri dan ia pernah dikubur hidup-hidup oleh penyihir terlarang dari kelompok Brimhat.
Segala tindakannya yang tampak tenang dan protektif sebenarnya didorong oleh obsesi gelap untuk membalas dendam dan merebut kembali identitasnya yang hilang. Alasan utama ia mengambil Coco sebagai murid bukanlah murni altruisme, melainkan karena ia menganggap Coco sebagai satu-satunya petunjuk untuk menemukan kelompok Brimhat.
Secara psikologis, Qifrey terjebak dalam konflik internal antara identitasnya sebagai guru yang mencintai murid-muridnya dan seorang pemburu yang haus akan pembalasan.
Dirinya sengaja menyembunyikan rahasia dan luka-lukanya dari orang lain karena ia takut jika mereka tahu, mereka akan mencoba “menyelamatkannya” dan menghentikan misinya pemburuan Brimhat yang penuh keputusasaan.
Meskipun Qifrey mulai menemukan kebahagiaan dalam mengajar, rasa benci yang tak padam membuatnya rela mempertaruhkan nyawa dan masa depannya demi menghancurkan rencana Brimhat.
Ketakutannya akan kehilangan “sesuatu” membuatnya bersikap sangat protektif, namun ia juga merasa bersalah karena secara sadar telah menjadikan muridnya sebagai alat untuk mencapai tujuan pribadinya.
Jaringan Rahasia dan Kasih Sayang dalam Hubungan Qifrey
Hubungan sosial Qifrey didominasi oleh perannya sebagai guru yang sangat protektif namun menyimpan banyak rahasia dari orang-orang terdekatnya. Kepada murid-muridnya (Coco, Agathe, Tetia dan Riche) ia berperan sebagai mentor yang lembut, sabar dan selalu berusaha membangun kepercayaan diri mereka.
Meskipun ia sangat menyayangi mereka, hubungannya dengan Coco memiliki lapisan yang lebih kompleks karena ia telah secara sadar menjadikan Coco sebagai satu-satunya petunjuk untuk memburu kelompok Brimhat.
Dengan Orugio, sahabat sekaligus rekan kerjanya, Qifrey memiliki hubungan kepercayaan yang sangat dalam, di mana Orugio berperan sebagai “mata pengawas” yang menjaga keseimbangan di atelier. Namun, Qifrey sering kali menyembunyikan rencana gelapnya dari Orugio karena ia tidak ingin melibatkan sahabatnya dalam bahaya.

Terhadap sesama penyihir seperti Alaira, Qifrey dikenal sebagai “anak bermasalah” yang memiliki sejarah panjang permasalahan sejak masih kecil.
Dalam lingkup yang lebih luas, Qifrey memiliki hubungan yang tegang dan penuh ketidakpercayaan dengan Dewan Keamanan Sihir, khususnya Estheath, yang ia anggap terlalu kaku dan terobsesi pada hukum.
Dirinya juga memiliki hubungan masa lalu yang signifikan dengan Beldarut, salah satu dari Tiga Orang Bijak, yang merupakan mantan gurunya, Qifrey menghormatinya namun dulu sering mencoba melarikan diri dari pengawasan Beldarut yang terlalu ketat.
Terhadap musuh-musuhnya, terutama kelompok Brimhat, hubungan Qifrey sepenuhnya bersifat bermusuhan dan obsesif, di mana ia tidak ragu untuk menggunakan kekerasan atau taktik nekat demi membalas dendam atas trauma masa lalunya.
Qifrey Sebagai Mentor dan Jembatan Konflik Utama Cerita
Qifrey memiliki beberapa peran fungsional yang sangat penting dalam menggerakkan cerita Tongari Boushi no Atelier, seperti :
1. Sumber Pengetahuan dan Sejarah Dunia
Cerita menggunakan Qifrey sebagai sarana eksposisi untuk menjelaskan mekanisme sihir kepada Coco dan para penonton animenya, mulai dari struktur simbol sihir (glyph) hingga fungsi tinta khusus. Selain itu, dirinya juga berfungsi sebagai narator sejarah yang menjelaskan peristiwa krusial seperti Hari Konspirasi dan asal-usul hukum kerahasiaan sihir.
2. Penghubung Narasi Menuju Kelompok Brimhat
Secara struktural, Qifrey digunakan sebagai penggerak plot utama yang menghubungkan dunia penyihir resmi dengan misteri sihir terlarang.
Tanpa obsesi pribadinya untuk memburu Brimhat, Coco tidak akan pernah dibawa masuk ke dunia sihir sebagai “petunjuk” atau umpan untuk memancing kelompok antagonis tersebut keluar dari persembunyian.
3. Penjamin Eksistensi Tokoh Utama di Dunia
Sihir Qifrey berperan sebagai tameng hukum yang memungkinkan cerita Coco tetap berlanjut di bawah pengawasannya. Ia berfungsi sebagai penanggung jawab legal yang berhadapan langsung dengan Dewan Keamanan Sihir dan Estheath, memastikan bahwa Coco tidak segera dihapus ingatannya meskipun telah terlibat dengan sihir terlarang.
4. Mentor yang Mengembangkan Potensi Kreatif
Qifrey tidak hanya berperan sebagai guru pengajar teknis, tetapi juga sebagai pembimbing ideologis yang meyakinkan Coco bahwa ide sama pentingnya dengan cara memegang pena.
Melalui perannya, cerita menunjukkan bahwa pendekatan non-tradisional Coco dalam menggunakan sihir adalah sesuatu yang valid dan bahkan mampu melampaui batasan yang ditetapkan oleh penyihir pada umumnya.
Pergeseran Qifrey Dari Pemburu Dendam Menjadi Mentor Sejati

Perkembangan karakter Qifrey ditandai dengan pergeseran motivasi utamanya, dari seorang pemburu yang terobsesi pada dendam menjadi seorang pendidik yang tulus mencintai murid-muridnya.
Pada awal cerita, Qifrey mengambil Coco sebagai murid dengan niat tersembunyi karena Coco adalah satu-satunya petunjuk untuk menemukan kelompok Brimhat yang telah mencuri mata dan kehidupan kecilnya.
Secara bertahap, interaksinya dengan Coco dan murid lainnya mulai melunakkan hati Qifrey, dirinya mulai menemukan kebahagiaan dan rasa kasih sayang dalam melihat pertumbuhan murid-muridnya, sesuatu yang ia akui sebagai perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Perubahan ini semakin terlihat ketika ia mulai memprioritaskan peran sebagai guru di atas ambisi pribadinya. Jika sebelumnya ia sempat mengabaikan keselamatan muridnya demi mengejar agen Brimhat di Romonneau, ia kemudian belajar untuk bertanggung jawab dan mengakui kesalahannya kepada Orugio.
Mantan gurunya, Beldarut, bahkan mencatat bahwa Qifrey kini telah benar-benar “mengenakan wajah seorang guru sejati” karena ia rela mengambil risiko besar demi melindungi masa depan murid-muridnya daripada sekadar berusaha mengambil kembali masa lalunya yang hilang.
Meskipun konflik internal antara kasih sayang dan dendam yang tak padam masih ada di dalam dirinya, Qifrey telah berubah dari seorang pria yang menggunakan orang lain sebagai alat menjadi pelindung yang setia, yang kini melihat pengajaran sebagai hal paling berharga dalam hidupnya,
Sumber rujukan & referensi :
- ©白浜鴎/講談社/「とんがり帽子のアトリエ」製作委員会
- tongari-anime.com
- Cruncyroll.com




