Karakter Benetnash dari Yasei no Last Boss ga Arawareta

5 Fakta Benetnash : Putri Vampir yang Melampaui Aturan Dewi

Benetnash adalah salah satu karakter pendamping di anime Yasei no Last Boss ga Arawareta, ia merupakan sosok super kuat yang diceritakan menjadi salah satu lawan sengit Ruphas Mafahl. Berikut ini 6 Fakta menarik tentangnya.

1. Benetnash sang Putri Vampir

Karakter Benetnash dari Yasei no Last Boss ga Arawareta
Karakter Benetnash dari Yasei no Last Boss ga Arawareta

Benetnash berasal dari keluarga bangsawan vampir. Sejak dulu, dia dikenal sebagai sosok anomali di antara para vampir karena kekuatannya yang luar biasa. Meski ras vampir sudah terlahir dengan kemampuan bertarung, Benetnash terus mendorong batasnya hingga melampaui kemampuan dunia itu sendiri.

Saat usianya baru 10 tahun, ia sudah mampu mengalahkan seekor naga wyvern seorang diri. Sejak saat itu, Benetnash menjadi terobsesi dengan kekuatan. Setiap hari ia mencari lawan yang bisa memuaskan hasrat bertarungnya.

Namun pencarian itu membuat hampir semua individu kuat di wilayah vampir tumbang melawannya. Pada akhirnya, Benetnash dikenal sebagai putri vampir terkuat dan menjadi salah satu dari empat pilar kekuatan dunia, setara dengan Raja Iblis.

2. Bergabung dengan Kelompok Ruphas Mafahl

Benetnash yang dikenal sangat kuat akhirnya bertemu dengan Ruphas Mafahl, salah satu pilar kekuatan baru dunia. Setelah pertarungan panjang, untuk pertama kalinya Benetnash mengalami kekalahan. Uniknya, bukannya marah atau menyimpan dendam, ia justru mengagumi Ruphas dan memutuskan untuk bergabung dengannya dalam menaklukkan dunia.

Dalam perjalanan bersama kelompok Ruphas, Benetnash mendapatkan banyak pengalaman berharga—mulai dari melawan musuh-musuh kuat hingga terus berlatih agar suatu hari bisa mengalahkan Ruphas dalam pertarungan ulang.

Namun keinginannya itu tidak pernah terwujud. Ruphas keburu dikalahkan oleh kelompok pahlawan yang memperoleh buff kekuatan dari sang dewi. Sejak saat itu, Benetnash terus memendam penyesalan mendalam karena tidak sempat menuntaskan keinginan terbesarnya: mengalahkan Ruphas dengan tangannya sendiri.

3. Benetnash Melampaui Batas Kehendak Dewi

Benetnash adalah sosok yang mampu melampaui aturan dunia
Benetnash adalah sosok yang mampu melampaui aturan dunia

Di dunia Midgard, Dewi Pencipta Alovenus menetapkan batas level kemampuan makhluk hingga level 1000. Namun Benetnash berhasil menembus batas itu dan mencapai level kekuatan 1500.

Tingginya level itu bukan sekadar angka. Ia telah lama dikenal sebagai salah satu dari empat makhluk terkuat di dunia, berdiri sejajar dengan Raja Iblis. Dahulu, diceritakan bahwa ia pernah mengalahkan ribuan pasukan Raja Iblis seorang diri, dan hanya dengan kehadirannya saja suatu wilayah bisa terjamin aman dari ancaman para iblis.

Kekuatan utama Benetnash terletak pada kecepatan dan kemampuan regenerasinya yang luar biasa. Ia bahkan mampu mem­ lemparkan Bintang Surgawi yang dikenal sebagai pembawa petaka tanpa mengeluarkan tenaga ekstra. Dalam pertarungan, luka fisik apa pun juga dapat pulih seketika berkat regenerasi instannya.

4. Menguasai Wilayah Keabadian

Kastil tempat tinggal Benetnash di Mjolnir
Kastil tempat tinggal Benetnash di Mjolnir

Mjolnir adalah wilayah yang dibangun Benetnash setelah kekalahan Ruphas dari tujuh pahlawan. Tempat ini dihuni oleh makhluk-makhluk istimewa yang memiliki kemampuan hidup mendekati keabadian, seperti demihuman, vampir, roh dan lainnya.

Di sana, Benetnash menghabiskan waktunya dalam penyesalan yang mendalam, sambil berharap suatu hari Ruphas akan bangkit kembali. Setelah 200 tahun berlalu, harapan itu akhirnya terwujud ketika ia mengetahui kabar kebangkitan Ruphas Mafahl.

Benetnash bahkan sampai membangun arena pertarungan khusus di Mjolnir dan secara pribadi mengundang Ruphas untuk melakukan pertarungan puncak mereka yang kedua.

5. Benetnash Menolak Dewi Alovenus

Dalam pertarungan puncak kedua melawan Ruphas di Mjolnir, Benetnash mengerahkan seluruh kemampuannya. Ia bahkan mem-boost level stat kekuatannya hingga melampaui batas yang telah ditetapkan Dewi Pencipta, Alovenus.

Namun meskipun bertarung sampai batas terakhir, kekuatannya tetap tidak sebanding dengan Ruphas. Di ambang kekalahan, Alovenus muncul dan menawarkan kekuatan suci yang mampu membalikkan keadaan. Bukannya menerima tawaran itu, Benetnash justru menolak mentah-mentah dan menentang sang dewi. Baginya, Alovenus hanya mengganggu pertarungan yang paling ia inginkan dalam hidupnya.

Pada akhirnya, karakter Yasei no Last Boss ga Arawareta ini bertarung sampai titik akhir dengan kekuatannya sendiri, tanpa campur tangan siapa pun. Walau kalah, Benetnash merasakan beban besar dalam hidupnya seketika hilang, dan ia mendapatkan kepuasan penuh dari pertarungan itu.


Benetnash mungkin menjadi salah satu karakter kuat yang tidak memandang kemenangan sebagai sebagai sebuah tujuan utama dalam pertarungan, pertarungan mungkin dianggap sebagai salah satu cara terbaik untuk mengungkapkan berbagai macam perasaan yang telah lama terpendam.

Sumber referensi :
https://www.lastboss-anime.com/#character

Haru
Haru

Haru desu, penulis sederhana yang fokus di pembahasan Otaku Culture.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *