Nene Himekawa adalah salah satu heroine utama di anime Mayonaka Heart Tune, ia merupakan gadis tsundere yang memiliki impian menjadi seorang seiyuu atau pengisi suara.
Daftar isi :
Identitas Nene Himekawa

Nama : Nene Himekawa
Umur : 17 Tahun
Ulang tahun : 17 April
Gender : Perempuan
Seiyuu : Rumi Okubo
Nene Himekawa adalah murid SMA Furin yang tergabung dalam klub siaran sekolah, dirinya merupakan gadis yang memiliki bakat luar biasa dalam hal suara namun kurang bisa begitu all out karena sikapnya yang cenderung malu-malu dan menyembunyikan perasaan terdalamnya.
Tsundere sebagai tameng
Sejak awal kemunculannya di episode pertama, Nene Himekawa langsung ditampilkan sebagai sosok gadis dengan sifat tsundere, sebuah sifat yang secara tidak langsung menghambat dirinya dalam membangun hubungan yang jujur dengan orang lain.
Sifat tersebut kemungkinan besar tidak muncul begitu saja. Hubungan Nene dengan sang ayah yang dikenal tegas dan kaku sedikit banyak membentuk cara dirinya bereaksi terhadap dunia. Ayah Nene sering berusaha mengatur jalan hidupnya sesuai dengan standar yang ia tetapkan sendiri, seolah-olah Nene tidak memiliki ruang untuk menentukan pilihannya. Tekanan inilah yang perlahan menumbuhkan sikap defensif dalam diri Nene.
Bentuk “pemberontakan” Nene bahkan terlihat dari caranya menahan kemampuan akademisnya agar terlihat lebih buruk dari kenyataan, sebuah usaha untuk menurunkan ekspektasi sang ayah terhadap dirinya. Dari sini terlihat bahwa sifat tsundere Nene bukan sekadar gaya bicara atau sikap keras kepala, melainkan bentuk perlindungan diri agar ia tidak kembali merasa dikendalikan.
Saat kedatangan Arisu Yamabuki ke Klub Siaran, Nene menjadi orang yang paling tegas menolaknya. Sikap ini kontras dengan Shinobu, Rikka, dan Iko yang cenderung setuju atau netral. Namun beberapa hari setelah merasakan manfaat kehadiran Arisu yang membantunya mempersiapkan audisi, pandangan Nene berubah 180 derajat, meskipun ia tetap mempertahankan sikap tsunderenya.
Klub Siaran sekolah di isi oleh 4 gadis dan berikut ini analsis para karakternya : Analsis Shinobu Uzuki, analsis Iko Kirino, dan Rikka Inohana.
Interaksinya dengan Arisu juga memunculkan konflik batin baru. Nene mulai menyadari perasaannya sendiri, tetapi di saat yang sama ia tidak mampu mengungkapkannya secara terbuka. Situasi ini semakin rumit karena rekan-rekannya di Klub Siaran juga menyimpan perasaan yang sama terhadap Arisu. Alih-alih bersikap frontal, Nene menghadapi dilema tersebut dengan caranya sendiri, mendekati Arisu secara tidak langsung seolah-olah tetap menjaga jarak emosional agar tidak terlihat rapuh.
Di balik senyum dan penolakan

Nene Himekawa merupakan pembawa sifat Tsundere dalam cerita Mayonaka Heart Tune. Namun yang unik, di episode kedua animenya ia sempat diperlihatkan menjalin hubungan yang hangat dan penuh senyuman saat berada bersama siswa-siswi lainnya. Hal ini seolah menunjukkan bahwa sisi Tsundere yang Nene miliki hanya ditunjukkan kepada orang-orang tertentu, terutama anggota Klub Siaran Sekolah. Kemungkinan besar hal tersebut terjadi karena kedekatan emosi yang kuat dengan seluruh anggota klub, sehingga Nene tidak ragu memperlihatkan sisi aslinya di ruang yang ia anggap aman.
Di Klub Siaran Sekolah, Nene sering tampil di posisi terdepan dalam hal-hal yang cukup unik, salah satunya dalam upaya mencari tahu jati diri Arisu Yamabuki. Ia menjadi orang yang paling antusias mengamati pemuda tersebut dengan dalih menemukan kelemahannya. Sikap ini memperlihatkan bahwa di balik sifat tsunderenya, Nene sebenarnya sangat terlibat dan peduli terhadap dinamika yang terjadi di sekitarnya.
Dalam urusan persaingan perasaan, Nene justru mendapat keuntungan dari sifat Tsunderenya. Berbeda dengan gadis-gadis lain yang kerap kesulitan menata posisi antara perasaan asli dan usaha menyembunyikannya, Nene seperti memiliki keunggulan bawaan. Ia dapat menampilkan sikap seolah-olah berkorban demi teman-temannya, padahal di balik itu terdapat keinginan pribadinya sendiri.
Hal ini terlihat jelas dalam arc liburan musim panas ketika seluruh anggota dan pendamping Klub Siaran Sekolah berkunjung ke pantai. Pada momen tersebut, setiap orang harus berbagi kamar sehingga satu anggota perempuan harus menjadi rekan sekamar Arisu. Ketika yang lain tampak menolak secara halus, Nene dengan cepat mengambil peran tersebut dengan narasi pengorbanan demi teman-temannya. Di sinilah terlihat bahwa Nene mampu membaca situasi dengan cermat dan memanfaatkannya tanpa terlihat mencolok.
Mengapa Nene penting dalam ritme cerita romance
Nene Himekawa berfungsi sebagai penguat nuansa romance remaja dalam cerita Mayonaka Heart Tune. Sifat tsundere yang ia miliki membuat dinamika hubungan terasa lebih hidup, terutama karena ia menjadi karakter yang paling kontras dalam mengekspresikan perasaan. Jika dibandingkan dengan karakter lain yang cenderung pemalu atau lebih tertutup, Nene menghadirkan ketegangan kecil yang konsisten dalam setiap interaksi romantis.
Keberadaannya juga memberi variasi emosional di dalam Klub Siaran Sekolah. Empat gadis klub memang mewakili kepribadian yang berbeda-beda, namun Nene menjadi pembeda yang paling tajam. Ia berani mengambil tindakan, tetapi tetap menyembunyikan tujuan dan perasaan aslinya. Kontras ini menciptakan dinamika yang membuat hubungan antar karakter tidak terasa datar.
Tanpa Nene, persaingan perasaan terhadap Arisu mungkin akan terasa terlalu lembut atau terlalu pasif. Ia adalah karakter yang menjaga agar ritme romance tetap bergerak, tidak stagnan, dan tidak sepenuhnya didominasi oleh sikap malu-malu.
Dari penolak menjadi penantang

Sejak awal kemunculannya, dengan sifat tsundere dan penolakannya terhadap kehadiran Arisu di Klub Siaran Sekolah, Nene terlihat sebagai gadis yang paling kecil peluangnya dalam persaingan mendapatkan hati Arisu. Berbeda dengan Rikka Inohana yang sejak awal mendukung Arisu secara terbuka, Nene justru tampil kontras dan defensif.
Namun seiring berjalannya cerita, persepsi tersebut perlahan berubah. Nene Himekawa justru berkembang menjadi salah satu gadis yang paling progresif dalam dinamika perasaan. Ia menjadi karakter pertama yang secara langsung bertanya kepada Arisu apakah dirinya mencintainya, dan itu bukan hanya sekali, melainkan empat kali.
Jika Rikka adalah gadis pertama yang mengungkapkan perasaannya, maka Nene adalah gadis pertama yang berani menuntut jawaban. Perubahan inilah yang membuat dinamika Nene terasa signifikan, dari sosok tsundere yang tampak menolak menjadi karakter yang berani menghadapi kenyataan secara langsung.
Sumber referensi :




